MENATAP KESENJANGAN WAJAH PRIBUMI IBU KOTA
jakarta barat
Ketika menelusuri perjalanan darat ibu kota, langkahku kian terseok manakala wajah pribumi meratap cemburu glamour kondisi ibu kota ,kenapa ? mereka terlihat rapuh ketika berhadapan dengan persaingan ego animo guna beradaptasi menjalani kehidupan di ibu kota.Secara kasat mata mereka setiap hari bekerja mengais rejeqi berjualan asongan di sepanjang jalan raya di tengah rekayasa jalan protokol ibu kota.Tanpa menghiraukan suasana macet lalu lintas juga terik panas dan dingin air hujan mereka tanpa kompromi ber sekutu menjajakan asongan di jalan raya.”Demi mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari katanya, pada kesempatan waktu kami sempat berbincang di pingiran trotoar jalan daan mogot 8-12-2016,mana kala kami berteduh bersama di bawah pohon, Sesekali tanpa dihiraukanya terlihat dia mengusap keringat yang bercucuran dibadan mengunakan handuk kecil di kalungkan dilehernya .
Perbincang kami menceritakan realita kehidupan di alami kandar di ibu kota seorang diri,sebab isteri dan anak bersekolah di tinggal di kampung halaman di kota cirebon,kandar bercerita pengalaman panjang lebar sebagai pedagang asongan nyata-nyata sudah hampir lebih puluhan tahun di alami.berbekal dagangan rokok,kacang goreng,minuman air mineral,berbagai jenis permen,teasu yang di tata sedemikian apik di box cangklong, kandar enteng melangkah di sela hilir mudik kendaraan di persimpangan lampu merah ibu kota, Ini menurutnya sudah biasa agar menjajakan dagangan asongan lebih simpel dan cepat laku.
Keluh kesah kehidupan sebagai pedagang asongan dia bercerita sungguh lah capek, setiap hari harus mampu menempuh perjalanan sampai dengan puluhan kilo meter dengan berjalan kaki,semakin bertahan dan kuat berjalan kaki semakin banyak dagangan yang laku berkat kesungguhan yang dia lakukan.namun ada sesuatu persoalan ditengah persaingan asongan prihal menjamur para pedagang asongan di setiap jalan raya dan terminal ibu kota jakarta,lantas yang memusingkan naiknya harga –harga rokok, ini semakin pahit penghasilan di dapatkan .konon tatkala sekira tahun 90 an kandar setiap hari mampu menjual ratusan bungkus rokok filter maupun rokok kretek plus puluhan botol minuman air mineral.
Sungguh pun demikian waktu terus bergulir sejalan bertambah mahal harga dagangan yang di jajakan keliling setiap hari,kandar tetap terus berusaha dan bersyukur tanpa lelah semoga saja ada perhatian lebih dan perubahan pada nasibnya setelah terpilih pemerintah daerah provinsi DKI jakarta yang baru nanti,dimana saat ini sedang berjalan pangung politik guna akan melangsungkan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah serentak 2017. (SUKAR)
Komentar
Posting Komentar